Berinvestasi pada saham yang masih underestimated (dihargai lebih rendah dari nilai wajarnya) adalah salah satu strategi paling efektif untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Saham seperti ini sering kali belum dilirik banyak investor, tetapi memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan tinggi di masa depan. Berikut panduan lengkap untuk mengenalinya.
1. Pahami Arti Saham Underestimated
Saham disebut underestimated jika harga pasar saat ini lebih rendah dibandingkan nilai intrinsiknya. Artinya, saham tersebut “murah” bukan karena kualitasnya buruk, tetapi karena belum disadari potensinya oleh pasar.
Biasanya ini terjadi karena:
- Sentimen pasar negatif sementara
- Kinerja keuangan jangka pendek menurun
- Sektor sedang tidak populer
2. Perhatikan Fundamental Perusahaan
Fokus utama adalah kesehatan bisnis, bukan sekadar harga saham. Beberapa indikator penting:
- Pendapatan dan laba stabil atau tumbuh
- Utang terkendali
- Arus kas positif
- Produk/jasa masih dibutuhkan pasar
Jika bisnisnya sehat tetapi harga sahamnya turun, itu bisa menjadi peluang emas.
3. Analisis Rasio Keuangan Kunci
Beberapa rasio penting untuk mendeteksi saham murah:
- PER (Price to Earnings Ratio) rendah dibanding industri
- PBV (Price to Book Value) di bawah 1 atau di bawah rata-rata sektor
- ROE (Return on Equity) tetap tinggi meski harga saham turun
Rasio-rasio ini membantu menilai apakah saham sedang dihargai murah atau tidak.
4. Cek Posisi Perusahaan di Industri
Pilih perusahaan yang:
- Memiliki pangsa pasar kuat
- Punya keunggulan kompetitif (merek, teknologi, distribusi)
- Bergerak di sektor yang masih akan tumbuh 5–10 tahun ke depan
Saham murah dari bisnis yang akan mati tetap bukan pilihan bijak.
5. Perhatikan Aksi Investor Besar
Akumulasi oleh:
- Investor institusi
- Asing
- Manajer investasi
Sering kali menjadi sinyal awal bahwa saham tersebut sedang dikoleksi sebelum naik.
6. Pisahkan Masalah Sementara dan Masalah Permanen
Saham bagus bisa turun karena:
- Krisis ekonomi
- Perubahan kebijakan
- Sentimen negatif jangka pendek
Namun saham buruk turun karena:
- Model bisnis rusak
- Utang menumpuk
- Kehilangan pasar
Investor cerdas hanya membeli yang masalahnya sementara.
7. Gunakan Time Horizon Jangka Panjang
Saham underestimated jarang naik cepat. Dibutuhkan:
- Kesabaran 2–5 tahun
- Manajemen emosi
- Konsistensi investasi
Keuntungan terbesar biasanya datang dari waktu, bukan trading cepat.
Kesimpulan
Saham underestimated yang berpotensi naik dalam beberapa tahun adalah saham yang:
- Fundamentalnya kuat
- Harganya masih murah
- Bisnisnya relevan di masa depan
- Sedang diabaikan pasar
Dengan riset yang tepat dan kesabaran, strategi ini bisa memberikan hasil yang sangat besar dalam jangka panjang.












